
Hey, @Anzerk. Sang pujangga rupawan yang membawaku melayang terbang ke awan. :*
Akhirnya, tiap hela nafasku terasa selangkah lebih dekat dengan surga di dekapmu.
Tiap detik yang berdenting menghantarkan rindu ini pada sebuah dimensi pertemuan Aku dan Kamu menjadi Kita.
Menghapus garis batas yang pisahkan cakrawala sorot matamu dan aku, tumpahkan segala rasa di semesta Dunia Kita.
Karena pusat magnet semestaku ada pada hatimu. Daya tarik yang kuat, ditakdirkan untuk melekat denganku tanpa batasan waktu.
Dan galaksinya, ada di pucuk jemarimu, tempatku lengkapi tiap sela kosongnya jadi satu.
Dan jari manisku ialah planet Saturnus yg kehilangan cincinnya. Butuh lingkaran pengikat setia selamanya darimu agar aku lengkap. :(
Dan akulah bintangnya, yang redup tanpa cahaya , Matahariku :)
Kalau begitu aku akan menjadi matahari yang melawan hukum semesta. Karena aku, yang akan berotasi mengitari dirimu, Imam Hidupku.
Rintik embun tangkap khayalku akan sosok indahmu, yang kuharap nyata dan kurengkuh erat.
Embun? Ia telah menguap ke angkasa. Aku retina, jendela indra penglihatanmu. Aku nyata di segala penjuru matamu memandang.
Begitu nyatanya, hingga gulita gelap malam di ruang mataku dipenuhi paras indahmu di detik menjelang tidurku, sadarku, dan khayalku.
Kerlap-kerlip kenangan, asa, dan impian, aku letupkan ke angkasa hatimu. Kita berdansa dibawahnya dengan alunan biola, dan Gaun Pengantin.
Di ambang tarian lilin lilin kecil dan rumput berjelaga, Kita tapaki anak tangga menuju kerumunan Bahagia, menunggu Cerita Kita.
Dalam naungan kubah bernuansa putih dan merah jambu, Ku izinkan dirimu berikrar kepada Tuhan ‘tuk menjadi Imam yang menggiringku ke Surga-Nya.
Dan menjadi suara pertama yang kamu dengar di pagi hari, di indahnya taburan langit jingga.
Melodi yang membuatku candu setiap detiknya. Melebihi gubahan komponis ternama sekelas Frédéric Chopin, atau W. A. Mozart sekalipun.
Di tiap liriknya teruntai aksara Kita, kenangan dari relung jiwa yang tak henti bersuara , ya, suara Namamu.
Menggemakan asa Kita yang seluas semesta alam dalam setangkup do’a yang tak henti-hentinya terucap untuk di Amin-kan Tuhan.
Dan karena Kata-kata Mulia itulah, Kita dapat mnjadi KITA Sekarang. :)
Dan kelak segera … KITA yang Kita harapkan akan mewujud nyata. :)
-
Dengan penuh Do’a, Cinta, dan Harap.
Twitter, 16-17 Mei 2012

Pagi ini aku ingin menyempatkan waktu dengan ditemani hot coffee untuk mereview buku Sadgenic yang ditulis oleh Rahne Putri, seorang ‘immortally mellow, silly, and over-romantic’ yang menulis laman http://www.rahneputri.com & http://rahneputri.tumblr.com dengan keahliannya yang lihai menarikan ribuan aksara tepat dimata pecandunya, kemudian menyesap hingga ke relung jiwa terdalam.
“Aku punya satu kepala, ribuan kamu di dalamnya.”
- Rahne Putri
Cover Buku Sadgenic berwarna dasar merah jambu agar sesuai dengan nuansa pada Tumblr Sadgenic yang berwarna serupa. Pada cover, terdapat sebuah kolase, dibuat oleh Vantiani, menggambarkan seorang wanita meneteskan air mata dengan “kandungan” motif yang berbeda satu sama lainnya, melambangkan setiap bulir air mata yang jatuh mengandung perasaan berbeda; bahagia, sedih, marah, kecewa, terharu, dll. Seperti perasaan pembaca yang membaca buku Sadgenic ini.
“Aku bukannya menunggu, aku hanya tahu dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku.”
- Rahne Putri
Lembaran demi lembaran dalam buku ini berisi prosa, puisi, kumpulan aksara yang mewujud ilustrasi dan foto, serta cerita pendek seperti percakapan Rahne Putri dengan Zarry Hendrik, Alexander Thian, dan Anumao. Kesemuanya memiliki nafas yang menyusup ke paru-parumu, larut mengalir dalam nadimu, dan membawamu ke sebuah dimensi “Aku, dan Rasa”.
“Aku punya mata, hanya terlukis bayanganmu di dalamnya.”
- Rahne Putri
Jangan khawatir bahwa buku ini hanyalah ‘tulisan Tumblr Sadgenic yang dipindahkan ke buku saja’ sehingga dirimu merasa rugi untuk membeli tulisan yang sebenarnya bisa kau baca secara bebas di laman Tumblr Sadgenic. Jangan! Jangan berfikir seperti itu karena isinya banyak yang tidak terdapat pada Tumblr, dan menurutku buku ini teramat sangat layak untuk dibeli dengan harga Rp 39.000,-
Nikmati buku Sadgenic-mu dengan cara (pilih salah satu) :
1. Mengirimkan email berisikan Nama, Alamat, Jumlah yang dipesan, serta Judul buku yang dipesan yaitu Sadgenic ke email penerbit Kurniaesa: kurniaesa(dot)order(at)gmail(dot)com
2. Registrasi menjadi anggota atau login langsung jika sudah menjadi anggota di http://bukukita.com lalu cari berdasarkan judul dengan keyword Sadgenic pada kolom yang terdapat di bagian tengah atas, dan klik ‘BELI’, lalu ikuti proses selanjutnya.
3. Beli langsung di toko buku. Untuk toko buku di wilayah Jabodetabek baru beredar pada hari Kamis minggu ke-3 bulan Mei 2012, serta untuk luar Jabodetabek dan luar pulau Jawa pada akhir bulan Mei 2012.
Terima kasih atas kesediaan waktunya membaca Review buku Sadgenic ini. :)
my favorite book: #SadgenicBook :)
finallyyy, #SadgenicBook by @rahneputri telah sampai sore tadi. Terima kasih, @bukukita! How Happy I am!